19 September 2012

koleksi & diari RENUNGAN ~ Persinggahanterakhir


Mataku merenung jauh..hatiku aman dengan suasana subuh yang tenang..irama gembira kicauan sang burung sedikit sebanyak membenarkan mereka bertasbih pada Penciptanya..gema kicauan itu makin ceria tatkala ditemani suara kawannya yang lain..langit biru yang menanti sang mentari jauh memberi satu ritma tertinggi bicara yang Maha Tinggi..

"sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi : "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka" (ali-imran:190-191)

hatiku tenang..

fikiranku cuba membuat koreksi diri..teringin sekali mencoret bicara dialam maya ini..yang cukup susah untuk mengerakkan jari, atas masa yang mencemburui..moga ada pencerahan buat pembaca dan empunya diri..

"Alhamdulillah"..ini sahaja yang mampu ku hadirkan disudut hati..melihat perjalanan hidupku yang mengalir deras mengejar waktu..aku merefleksi gerak kerja dakwah yang ku lakukan..secara keseluruhan aku mampu katakan roda dakwah itu makin laju berputar..namun, sesekali aku agak risau dengan mekanismenya kerana selaju mana pun ia, terkadang dengan izinNya, ia akan tergeser perlahan..kerana itu aku cuba selia roda itu dengan kemas InsyaAllah..

memori bersama teman-teman seperjuangan kembali hadir di minda..bicara kata yang serupa, hanya syukur mampu ku lafazkan..seorang demi seorang dengan izinNya membentuk peribadi seorang da'i..satu persatu cuba membaluti jiwa dengan dakwah..moga Allah menemukan kita dengan khabar indahnya syurga..namun, dalam ceria aliran itu, ada jua yang tersungkur..sedih itu hanya mampu ku tanamkan jauh disudut hati..mungkin ini kebenaran bicara Ilahi,

"kalau yang kamu serukan kepada mereka itu keuntungan yang mudah diperoleh dan perjalanan yang tidak seberapa jauh, pastilah mereka mengikutimu, tetapi tempat yang dituju itu amat jauh terasa oleh mereka.." (attaubah:42)

pikiranku melayang jauh meneliti pengorbanan yang dilakukan ikhwan wal akhawat..terkadang timbul rasa hiba memikirkan kedahsyatan cinta yang mereka hadirkan..sedikit sebanyak menyedarkan aku jua untuk berkorban lebih banyak..entah apalah daya yang ada pada kami wahai yang Maha Mengetahui, dibandingkan dengan pengorbanan golongan awwalun..apalah hebat yang ada pada kami dibandingkan dengan Mush'ab b. Umair, pendakwah teguh..apalah sakit pada kami dibandingkan dengan Talhah, si mayat berjalan..apalah cinta yang kami cuba bicarakan berbanding dengan RasulMu, sahabat wa sahabiah..moga Allah merahmati kami yang kerdil dihadapanNya...

dalam ketenangan pengorbanan itu, aku kembali juga berfikir tentang konsep pengorbanan yang cuba diikat oleh sang Pemilik..adakah tuntutanya biasa? atau permintaannya kecil-kecilan?

bahkan sebenarnya tidak..

"Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur'an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar" (at-taubah:111)

"Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan" (Al-Hajj:78)

"Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan" (at-taubah:20)

"Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikit pun tidak merubah (janjinya)" (al-ahzab:23)

kerana itu aku terkadang pelik melihat diri pemikul risalah ummat, apakah perlu ada kerehatan dalam diri mereka?..entah mengapa, aku cuba berfikir jauh dengan kelancaran roda dakwah ini..semestinya ia amat perlukan fondasi sebuah bangunan yang tidak sama seperti binaan yang paling atas..atau ia harus lebih teguh dan kuat untuk menampung yang atas? mungkin ini tuntutan pengorbanan yang lebih agar tiang dan batu bata itu adalah yang paling tegar dan tidak rapuh..dan inilah dakwah yang dibawa pemikul risalah agung, Rasulullah dan sahabatnya..jadi,bagaimana bicara iman anda? Allah lebih mengetahui..

perlahan dan teratur..jiwaku kembali membuka kotak perbicaraan koreksi diri..aku merenung halaqah yang kubawa sekarang..entah mengapa, ku rasakan seperti ia tidak sesetabil dulu..kebuntuan ini sekali sekala bermain diminda cuba mencari kenapa dan bagaimana..berbagai persoalan yang dimainkan meneliti diri..mungkin iman, mungkin dosa atau ujian..Allah sahaja lebih mengetahui..apa pun, perancangan akan ku laksanakan dengan teliti..moga Allah memberi kekuatan dan memperteguh hati untuk berbicara kedalam hati manusia dengan cahaya iman dan alquran..

aku kembali merenung, terasa sepi jua pada diri..dalam suasana ketika  ini, tinggal diriku sendiri di sini..dalam kegembiraan insan lain, aku harus hadirkan sedikit masa untuk urusan yang lebih tinggi..aku harus kukuhkan ekonomiku agar perancangan dakwahku akan berjalan baik..aku harus kemaskan ekonomi dakwah agar aliran deras dakwah terus mengalir..dan aku harus mengawal selia roda dakwah itu agar senyuman bisa terukir dihati ini..tapi, sifat manusiawi, aku terkadang terasa sepi..namun itu tidak mengapa, sedikit sebanyak aku terasa iman makin cuba menghiasi hati dan diri..mungkin ini saatnya untuk aku sendirian berbicara dengan yang Maha Memiliki..

namun, bermula daripada hari ini, aku akan cuba meniti batas-batas waktu ini dengan sesempurna mungkin.. terkadang tiba rasa rindu pada keluarga dan teman-teman, tetapi hatiku lebih merisau akan raut wajah ummat yang menanti bicara pemikul risalah suci..apa pun, aku tidak pernah melupai mereka dalam setiap langkahku, dalam setiap waktuku dan dalam setiap bicara dengan Tuhanku..moga harapanku untuk bersama disyurga yang sama terkabul dengan pasti..

aku merenung lagi..melihat keluar tingkap..sudah terang awan dengan cahaya mentari..rupanya alam baru sedang menanti..melihat burung sudah mula keluar melebarkan sayap..dengan irama kicauan memuji sang Pembesar..aku terus memandang ke langit..hatiku hanya tahu, "ada tugas besar yang harus kulakukan"dengan jiwa besar pimpinan Ilahi..doakanku agar bekal cukup menampung sebuah bicara hati..dan hari ini..aku akan terus berlari..dengan cahaya yang paling tinggi..tanpa kenal erti kata henti..untuk itu, izinkan ini..balutiku yang Maha Tinggi..



Tiada ulasan: