20 Mac 2011

Monolog Hati, Kadang Kehidupan.....

Sedingin malam sedinginnya hati yang ingin berbicara, sedalam perasaan yang ingin berkata-kata. Kesepian malam dapat kurasakan membelai perasaan, seolah memahami hati yang merintih.
Ku hulurkan doa penenang hati, sesungguhnya hanya Dia yang memahami... dengan harapan agar ketabahan semakin utuh melalui kehidupan yang semakin menyeksa jiwa. Sebuah kekuatan kuharapkan, sebuah kasih dan sayang yang iklas, sebuah kehidupan yang lebih baik dan indah dalam agama-Nya... sedikit demi sedikit ku pinta agar hati lebih berdaya... melawan arus duri yang terpaksa ku pijak setiap

Dalam melalui kehidupan yang sudah tertulis, kesedihan dan kegembiraan pasti terukir. Kadang merasa kehidupan ini begitu bermakna dan penuh kebahagiaan... segalanya seperti selamanya.. sehingga lupa akan kembali pada-Nya.
Kadang merasakan kehidupan ini penuh indah, dengan adanya insan sekeliling yang sentiasa memahami dan memberi sepenuh perhatian... Kadang kehidupan ini dirasakan penuh derita, setiap hari luka.. kegembiraan cuma sedikit untuk menutupi wajah yang luka. Ingin mulut berbicara, namun tiada yang mendengar , ingin tangan menggapai, tapi tiada siapa yang mencapai. Kadang hidup merasa tiada erti... seperti segalanya tidak bermakna, seolah-olah sesat dalam mimpi buruk diri sendiri, ingin lari tapi tiada daya, ingin mencari erti namun tiada sampai. Kadang ada yang ingin kehidupan ini seperti dalam mimpi, yang indah dengan kebahagiaan yang diimpi-impi..

namun setelah mata terbuka, segalanya pudar kembali duka. Ingin lena selamanya.. namun pasti akan ada yang mengejutkan dari lena indahnya... Kadang hidup terasa tertekan, dengan jalan yang bukan kehendak kita, setiap saat diatur oleh insan bernama manusia. Kadang merasa ingin hidup di dunia baru, yang tiada seorang pun yang mengenal diri, untuk memulakan sesuatu yang baru... nafas baru dan semangat baru.

Begitulah kadang tentang kehidupan, punya cara tersendiri dan nilai sendiri dalam diri tiap-tiap manusia, kehidupan dunia yang tiada kekal, ternyata semuanya dusta. Namun itulah hakikatnya sebuah kehidupan bermacam agenda, tidak ada siapa dapat lari darinya kerana semua sudah dirancang. Kita hanya merancang dan Allah juga merancang, namun Allah adalah sebaik-baik perancang. Ku pegang kata-kata ini agar terus mendidik diri menjadi insan yang tawakal dalam usaha. tapi jauh disudut hati sebuah harapan tinggi yang disimpan dalam tiap impian.

Dalam pelbagai kadang yang dilalui dalam kehidupan, kadang kehidupan yang dilalui seperti di dalam kandang. Tersepit tanpa pilihan sendiri. Kandang yang tidak mampu untuk diruntuhkan. mungkin kerana belum cukup keberanian, mungkin kerana tidak ada pilihan. Begitulah diri yang masih belum cukup mampu untuk lari dari tekanan kehidupan, terpaksa akur dengan segala yang ditentukan manusia. Hidup dalam suasana yang lain dari diri sendiri sangat sakit, seolah-olah segala tingkah dalam genggaman manusia, Hingga segala amal dan ibadah susah untuk dilaksanakan. Hati merintih duka , saat segalanya menjadi sukar sekalipun dua rakaat solat. Kadang ada hati merintih mengapa harus hidup dalam suasana sebegini, yang penuh kejahilan, yang disekelilingnya cuma dunia...

Betapa sakit pun kehidupan yang dilalui, diri harus tabah, yang merasa hidup penuh derita yakinlah suatu saat pastu datangnya kebahagiaan, kumpulkan kesabaran insya'allah datangnya kebahagiaan. yang kadang merasa kehidupan ini mimpi, smpaikanlah mimpi itu dalam doa..insya'allah diberi ketenangan dan kegembiraan nyata. yang merasa kehidupan ini sentiasa dalam tekanan, jadikan tekanan itu suatu kebiasaan dan suatu ujian yang mesti ditempuh untuk menduduki syurga Allah, iaitu kehidupan yang pasti kekal. Dan yang merasakan kehidupandiri dicengkam oleh manusia, bersabarlah.. yakinlah bahawa Allah telah mengaturkan segalanya penuh hikmah, segala kesedihan dan kesusahan pasti dibalas dengan kegembiraan dan kesenangan jika segalanya dilalui dengan iman...pasti suatu hari akan lepas dari kandang yang penuh kesengsaraan.. ~ Insya'allah..
wallahualam bi'shawab...

~ www.Persinggahanterakhir.blogspot.com ~
20.Mac 2011, 1.20am



3 ulasan:

SeRpIhAn PeRcA aIsYaH berkata...

Masya Allah! Setiap butir bicara yg keluar amat terkesan di hati... Kalaulah aku mampu tuk mngeluarkan butir bicara seperti ini tuk mnguatkan diri... Allah hinanya aku tanpa prtolongaN dariMU..Akhi, terus berjuang melalui mata pena.. siapa tahu bait2 kata yg diilhamkan oleh Allah itu mampu membawa sinar kpada insan lain..

PersinggahanTerakhir berkata...

terima kasih SeRpIhAn PeRcA aIsYaH, atas kata-kata semangat saudari.sekadar berkongsi apa terbuku dihati.harapan diri semoga perkongsian ini blh merubah diri juga sahabat2 yg lain. semoga allah merahmati kita semua hendaknya InsyaAllah..

cahayapetunjuk berkata...

ya allah bad...tahniah ana ucapkan pada enta...bait kata2 yang di nukilkan sgt terkesan di jiwa ana..cukup kena dengan apa yang ana sedang lalui sekarang ni...teruskan perjuangan ini..sokongan sentiasa bersama enta....