30 Januari 2010

Diari Perjuangan...


Assalamualaikum w.b.t....

Lama sungguh diri ini menyepi dari arena penulisan. walaupun baru beberapa hari, terasa bagaikan berbulan lamanya..kesibukan dunia menghalang diri dari menitipkan bicara di ruangan ini. Ruangan ini sebetulnya satu masa dahulu banyak memberi ruang kepada diri melontarkan kata bicara yang terbuku dihati. Di ruang ini jugalah banyak nostalgia pahit manis bergelar insan, hamba di tanah milik Allah ini dilakarkan.


Kepingin bukan kepalang untuk melepas rindu dendam dalam Diari Perjuangan. Banyak yang berlaku lewat musim ini. Alasan demi alasan tidak perlu disenaraikan dan dihujahkan. Apa yang pastinya atas kelemahan diri yang serba dhaif dalam mengurus segala haq-haq yang sepatutnya dilunaskan. Lantas hati berdegup bimbang apakah nanti bakal menerima azab Tuhan atas kecuaian diri menunaikan haq-haq yang prioriti terutamanya. Ampuni aku ya Rabb. Jika disini medannya, akan aku gagahi dan akan aku teruskan jua. Azamku dengan IzinMu.

Alhamdulillah masih diberikan kesempatan oleh Allah dengan kemampuan seadanya untuk berada di sini. Walau kadang terasa telah tiada daya meneruskan perjuangan yang amat getir di muka bumi Nya ini. Terkadang meneropong dalam diri sendiri.. getirkah segala yang aku perjuangkan selama ini? Benarkah perih jerih yang aku lalui ini adalah perjuangan keranaNya? Hampa, jawapannya selalu hampa....

Walau di mana kaki ini berpijak, kadang-kadang kita terasa seperti telah alah, biasa. kadang-kadang terasa diri ini seperti begitu asing. Siapa diri ini sebenarnya? Walau siapa pun kita, di mana jua kita berada dan apapun jua yang kita lakukan akhirnya kita dengan rela atau terpaksa tetap akan kembali kepada Nya, Rabb yang sesungguhnya maha pengasih, maha agung, maha bijaksana, yang sangat maha luas rahmatNya. Lantas diri terkadang bertanya kenapa kita sering ingin kembali kepadaNya, ingin berada di sisi Nya hanya di saat-saat akhir? Hanya di saat-saat susah? Hanya di saat bilamana telah hampa kita tidak ketemu apa yang dicari?

Benarlah hidup ini satu pelarian. Pelarian ini bagai tiada akhirnya. Perlukah kita memijak dan dipijak dalam pelarian ini. Banyak sungguh persoalan dalam diri dan akhirnya kembali kepada Al-Quran dan As-Sunnah, kembali kepada Allah itulah sebaik-baik jawapan...

Salam sayang dari PERSINGGAHAN buat teman-teman seperjuangan...

Siruu Ala Barakatillah...

Tiada ulasan: