29 Ogos 2009

tinta balasku buat teman-teman....

Assalamualaikum...,

salam sejahtera buat teman-teman yang sudi dan sentiasa menziarahi blog Persinggahanterakhir, ku doakan semoga kalian sentiasa ceria, gembira dan berada dalam keadaan sehat walafiat hendaknya...Alhamdulillah, sememangnya waktu inilah yang ku tunggu-tunggu untuk mencoretkan sedikit sebanyak perihal kehidupanku tika ini...mudah-mudahan disebalik kelapangan yang terluang ini akan kugunakan sebaik-baiknya InsyaAllah..

Hari ini sabtu, 29 ogos bersamaan 8 Ramadhan 1430H, aku cuba gunakan masa ini untuk mengupdate blog yang kurasakan lama menyepi tanpa bicara yang empunya diri..hanya bahan nukilan atau coretan yang sempat diletakkan untuk tatapan sahabat-sahabat yang setia melayari blog persinggahanterakhir ini..kadang-kadang ku terfikir juga bilamana bicara teman-teman yang menyuruhku titipkan diblog ini tentang pengalaman atau memori yang lalu...tetapi wahai teman-temanku sekelian, dengarlah bicaraku ini...segala pengalaman dan rentetan hidupku yang kutempuhi,tidak selalunya indah...

kucuba menggungkapkan rasa hatiku yang satu ini melalui artikel-artikelku yang lalu...itulah sebenarnya diriku wahai temanku.bukan sengaja atau secara suka-suka ku coretkan itu semua. tetapi apa yang berlaku dalam hidupku tika itu akan ku persembahkan terus ke papan blog persinggahanterakhir ini..ku cuba untuk tidak memngigati lagi apa yang berlaku dalam hidupku hingga membuatku kecewa, hampa, patah hati, tiada semangat, hilang sabar, sedih, terkilan dan sebagainya..cukuplah wahai temanku sekelian, ku coretkan kata hatiku melalui artikal yang lepas itu.

Mungkin ada yang bertanya mengapa kebanyakan artikelku selalu kutujukan kepada kaum wanita..? ye, memang tidak kunafikan kebanyakan artikelku kutujukan kepada kaum wanita...kerana ku pernah terbaca hadis nabi s.a.w. : Takutlah kepada (fitnah) dunia dan takutlah kepada (fitnah) wanita, karena sesungguhnya awal fitnah yang menimpa Bani Isra’il dari wanitanya. [HR. Muslim]..

bukan ku sengaja menghina kaum wanita, tetapi ini hadis dari Rasul junjungan kita s.a.w... kebanyakan artikelku tentang wanita juga berunsur nasihat..nasihat dari seorang muslim kepada seorang muslim yang lain..mohon maaf kepada sahabat-sahabat yang merasakan semua kata-kataku itu untuk menjatuhkan maruah wanita..walaupun itu bukan niatku yang utama..

buat teman-teman seperjuangan yang memberi komen, nasihat, pujian dan galakkan di E-MAIL FRENSTERS, FACE BOOK, IMEEM dan khususnya di Blog ni..ku ucapkan Jazakallah Khairan Khathira...ku alu-alukan sebarang komen, nasihat atau kritikan yang membina dari kalian semua..

kepada teman seangkatanku, Ci'gu Dhira, Alim, ust Ji, Nuyun Huda, Qin IPIS, Hizbu, Fahmi dan semua pengunjung blog persinggahanterakhir,terima kasih bebanyak kerana menjadi pengunjung setia di blog ini... Akhirnya SELAMAT MENJALANI IBADAH PUASA DAN TERAWIKH.. rebutlah peluang dibulan yang mulia ini..sesungguhnya pahala dibulan ini berlipat kali ganda dari amalan dibulan-bulan biasa...SIIRU ALA BARAKATILLAH...
wassalamualaikum...

28 Ogos 2009

Ukhti, Ketahuilah Hukum Agamamu....

Ukhti muslimah …
Kehidupan itu tidak bisa diduga dan ajal kematian tidak diketahui. Tapi hidup pasti ada ujungnya. Apa yang mungkin ukhti kerjakan hari ini belum tentu bisa ukhti kerjakan esok hari.
Ketahuilah. Hari ini adalah waktu beramal, bukan waktu hisab. Dan esok adalah waktu hisab, bukan waktu beramal.

Sesungguhnya kesempatan hari ini jika tidak dimanfaatkan sebaik-baiknya belum tentu besok terulang kembali. Tidak pada setiap waktu dan kesempatan tersedia peluang untuk berbuat kebaikan. Maka jika memungkinkan, bersegeralah memanfaatkannya dan takutlah jika kesempatan itu lenyap dan engkau tidak memiliki kesempatan untuk kedua kali.

Ukhti muslimah …
Berbekallah dengan ketaqwaan. Karena engkau tidak tahu jika malam datang apakah engkau masih hidup saat fajar menjelang. Engkau tidak tahu apakah kehidupan kita berakhir dengan baik (husnul khotimah) ataukah sebaliknya. Engkau tidak tahu apakah mudah pertanggungjawaban amal kita di hadapan Allah ataukah sebaliknya.

Ketahuilah ukhti...,

bahwa sebaik-baik jalan yang bisa mengantarkanmu kepada kebahagiaan dan ketenangan di dunia, keselamatan dan keberuntungan di akhirat adalah ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Allah berfirman, yang artinya, “Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapatkan kemenangan yang besar.” (Qs. Al Ahzab: 71)


Tahukah ukhti di mana engkau bisa meraih jalan ketaatan yang benar dan diridhai Allah? Iaitu dengan menuntut ilmu syar’i. Bersegeralah meraih keselamatan dan disitulah keberuntunganmu. Bersegeralah menuntut ilmu syar’i ….

Ukhti muslimah...,
Sesungguhnya di antara kebaikan keislaman seorang wanita adalah mengetahui agamanya. Maka Islam mewajibkan para wanita mencari ilmu sebagaimana yang diwajibkan terhadap kaum laki-laki.

" Mencari ilmu itu fardhu (wajib) atas setiap muslim.” (HR Ahmad dan Ibnu Majah)
Perhatikanlah firman Allah, yang artinya,

“Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui” (Qs. Az Zumar: 9)"

Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (Qs. Mujadillah: 11)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Barang siapa meniti suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim)

“Sesungguhnya para malaikat benar-benar meletakkan sayapnya kepada orang yang mencari ilmu, karena ridha terhadap apa yang dicarinya.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

“Barang siapa yang Allah kehendaki kebaikan pada dirinya, maka Allah pahamkan dia tentang masalah agama.” (HR. Bukhari Muslim)

Ukhti muslimah
Jangan lagi menunda-nunda untuk mengerjakan perintah Allah. Jangan menunda-nunda untuk menuntut ilmu syar’i. Karena sungguh kita tidak tahu kapan nafas ini berhenti… dan bila ajal benar-benar menjemput kita saat ini juga, dengan hati yang bagaimanakah kita menghadap Allah… dengan amal yang manakah kita memohon keselamatan dari adzab-Nya…Ukhti, bersegeralah…


27 Ogos 2009

Ramadhan satu nasib tak serupa...Peluangnya sama, tetapi natijah berbeza

Alhamdulillah, ganjaran dan keberkatan Ramadhan yang dikurniakan Allah sama dengan zaman Rasulullah. Namun, natijah (kesan) nya amat berbeza. Madrasah Ramadhan benar-benar mendidik jiwa sahabat Nabi untuk bermujahadah dan mengislahkan diri. Tapi diri ini, Masih lagi lalai. Ibadah masih lagi buat ikut dan = mana yang sempat.sungguh rugi..

Sesungguhnya telah hadir bulan Ramadhan, bulan berkat, Allah telah mewajibkan ke atas kamu berpuasa, dibukakan pintu-pintu syurga, ditutup rapat pintu neraka dan ditambat para syaitan, Di bulan ini terdapat satu malam yang terbaik dari seribu bulan. Sesiapa yang tidak berusaha mendapatkan kebaikan-kebaikannya sesungguhnya dia rugi.”(( Hadis riwayat Ahmad dan An-Nasa-i ))


Tindakan : Perbaiki lagi. Manfa’atkan hari yang masih tersisa. Masih lagi di level ‘Rahmah’ dalam bulan Ramadhan (sepertiga yang awal)

Ramadhan mereka gemilang cemerlang,

Mukmin berjasa di awal zaman,
Ramadhan kami malang terbuang,
Mukmin berdosa di akhir zaman

Penghayatan Ramadhan di zaman Rasulullah sangat berlainan dengan zaman ini. Mereka mempergunakan Ramadhan yang hanya menjengah sebulan dalam setahun dengan sebaiknya. Nampaknya diri ini pun masih belum lagi menghayati Ramadhan ini sepenuhnya. Masih lagi mempunyai masa kosong yang diisi dengan aktiviti yang kurang berpahala. Ubahlah sikap wahai diri... Rugilah, bulan ni ganjaran ibadah dilipat ganda Allah..

“Demi masa, sesungguhnya manusia benar-benar berada di dalam kerugian, kecualiorang-orang yang beriman dan mengerjakan amal soleh dan nasihat menasihati dengankebenaran dan nasihat menasihati dengan kesabaran”.(( Surah 103, Al-'Ashr : Ayat 1-3 ))

Tindakan : Fahami ibadah Ramadhan dengan sebaiknya. Uruskan masa dengan baik. Lupakah, setiap masa itu akan ditanya di akhirat kelak??Mereka gembira kerana kedatanganmu,Kami gembira dengan pemergianmuUmat terdahulu gembira dengan ketibaan Ramadhan. Sedangkan ana, gembira

dengan pemergian Ramadhan, sibuk menghias dan mencantikkan rumah untuk menyambut Syawal. Layakkah..?? bagi Mereka (sahabat) khuatir andai Ramadhan yang dilalui ialah Ramadhan yang terakhir dan menyambut Syawal sekadarnya.

Sedangkan diri ini, sibuk membuat persiapan Syawal, yang tidak pasti layak atau tidak untuk menyambutnya.. Tidakkah malu untuk menyambut hari dengan ibadah yang tidak seberapa??

Tindakan : Hidupkan Ramadhan dengan amal ibadah. Di samping itu, bermujahadah untuk menjauhi sifat-sifat mazmumah dalam diri..

Ya Allah, bantulah hambaMu ini..Malam mereka meriah disimbah nur al-Quran,Tapi malam kami muram berkabung dengkur, Gelap malam mereka diterangi dengan nur Al-Qur’an, qiyaamul layl dan zikrullah. Sangatlah rugi jika dihabiskan dengan dengkuran.
Malam zaman ini tidaklah secerah mereka walaupun diterangi dengan lampu-lampu yang canggih tapi hakikatnya malam ini ‘mati’. Tiada usaha mempertingkatkan amalan.

Tindakan : Hidupkan malam dengan qiyaamul layl, solat dan sebagainya. Takkan menghabiskan sebahagian Ramadhan dengan tidur??

Ya Allah, temukanlah hambaMu ini dengan malam yang lebih baik dari 1000 bulan itu...Mereka berlumba mengejar maghfirah, Tapi kami lesu di buru nafsu,. Hati mereka bercahaya di gilap taqwa, Jiwa kami gelap didera dosa Di bulan penuh barokah ini, mereka berlumba-lumba mencari keampunan dariNya. Hati mereka bercahaya ibarat digilap dengan taqwa dan tawadhu’ padaNya. tapi diri ini masih lagi menunggu masa untuk memohon ampun dan memperbaiki diri. Masih lagi dibuai nafsu dan dosa. Layakkah diri ini menyambut Syawal wahai tuhanku..?

Tindakan : Banyakkan beristighfar, memohon keampunan. Suburkan sifat tawadhu’, ikhlaskan hati dalam beribadah. InshaAllah, akan bertemu dengan kemanisan ibadah agar hawa nafsu tidak menguasai diri.Takbir mereka takbir kemenanganHadiah mujahadah sebulan ramadhan,Takbir kami lesu tak bermayaTanda kalah lemah tak berdayaPuasa sekadar lapar dan dahaga
Syawal menjelma, takbir berkumandang tanda kemenangan. Takbir yang sebenarnya berhak untuk mereka yang benar-benar mujahadah di sepanjang Ramadhan dalam menentang hawa nafsu. Mereka yang layak bergembira masih mengatakan mereka tidak layak menyambut Syawal. Jika Ramadhan ada award, confirm, ana boleh dapat anugerah yang corot

Tindakan : Menunjukkan banyak lagi yang perlu diperbaiki. Berusahalah ke arah Ramadhan yang lebih berkualiti. Tingkatkan keazaman untuk istiqamah dalam ibadah walaupun Ramadhan telah pergi. Nikmatilah Ramadhan sebelum ia berlalu pergi..

Puasa antara latihan dalam mendidik jiwa dan nafsu. Persiapkan diri menyambut Ramadhan dengan meriah seperti mana sebelum ini kita menyambut hadirnya Syawal. Mulakan dengan menghayati pengertian ihyaa’ Ramadhan, seterusnya mengaplikasikan sepanjang Ramadhan. Akhir sekali, kekalkan dan istiqamah. Semoga Madrasah Ramadhan benar-benar mendidik jiwa-jiwa Mukmin.

Wahai Mohd Badri, mulakannya dari sekarang......




HARAPANKU DI BULAN RAMADHAN...

suatu pelaburan
sarat dengan pakej 'ibadah bagi mereka yang mahu beroleh untungnya mencari Tuhan..
suatu peluang keemasan
bagi jiwa2 yang keresahan menderita dengan dosa untuk kembali menuju Tuhan..
suatu pertemua
yang di nanti2kan oleh sang Pencinta yang sarat merindu dan mencintai Tuhan..
suatu pengembaraan rohani
yang di tunggu2 sebagai bukti dan manifestasi cinta kepada Tuhan..

Ya Allah.. dengan kasih dan sayangMu.. aku mohon dikurniakan kepadaku kekuatan untukku meneruskan kelangsungan Ramadhan dengan perkara2 yang mampu membawa daku dekat kepadaMu.. anugerahkan kepadaku kekuatan untukku melenturkan nafsu yang degil terhadapMu..kekuatan yang luar biasa untukku pujuk hati yang kotor ini kembali kepadaMu....aku mohon dengan sangat hanya kepadaMu...