14 Ogos 2009

MAAFKAN AKU TEMAN...

Kebahagiaan hari ini, bukan atas usaha sendiri.. tetapi hasil ketulusan.. pengorbanan.. keutuhan.. kepercayaan.. dan doa teman disekeliling..
Namun, dalam kerakusan mencari kebahagiaan yg tidak pasti..terkadang kita menyentuh, disentuh dan tersentuh.. berkorban, mengorban dan dikorban.. meluka, diluka dan terluka.. mengusik, diusik dan terusik..sebanyak mana parut pada insan lain yang kita gores, sebanyak itulah parut yg pasti ada pada kita.. betul kata org..
"Thebeauty of life does not depend on how happy you are.. but on how happy otherscan be because of you..”

Selalunya kita suka teman menggembirakan, menghargai malah memuji kita.. sehingga terlupa untuk menggembirakan, menghargai & memuji teman itu sendiri.. Entah bagaimana agaknya penat teman kita lakukan sesuatu untuk menggembirakan kita.. Entah apa yg dikorbankan olehnya.. Entah berapa banyak kepentingannya yg diketepikan untuk kita.. Entah dari mana kekuatan dia melakukan sesuatu yg dia sendiri tidak suka.. Entah bagaimana kepuasannya melihat kita tersenyum, tergelak, tertawa.. Iya, sukar merancang, membina, dan menjaga sebuah pertalian yg utuh.. berbanding merobohkannya!.. Kita selalu merancang sesuatu yg belum tentu milik kita..bagai kita tahu ianya akan menjadi milik kita.. kita lakar impian bersama..kita cipta dunia kita sendiri..melupakan ia hanya imaginasi..fantasi.. Walau berapa banyak dugaan yang datang, ranjau yg menghalang, kita sering butakan mata dan hati.. atau mungkin kita hanya menanti.. Kita punya impian, cita-cita dan perjalanan hidup sendiri.. tetapi kita selalu mencari titik persamaan antara kita.. merasakan kita memang diciptakan untuk bersama.. tidak akan terpisah selamanya.. sampai terlupa kuasa Al Khalik..

Kini, kita punya kehidupan sendiri.. dalam menghadapi kesibukan sunnah kehidupan.. mengejar impian yg dulunya ingin kita rasakan bersama.. kitat terpisah.. ia tidak bermakna lupa.. namun, mengapa ada calar yg terpalit atau lebih teruk lagi, terpahat di jiwa? Membusut di hati? dan terlahir dari senyuman penuh makna? Sukarkah kita menerima kehidupan yg baru? Sukarkah teman menerima kehidupan kita yg baru? Bukankah dulu dia ingin lihat kita bahagia?.. Mengapa biarkan kita bahagia dengan rasa kehilangan? Bukan ini yg kita mahu.. bukan ini yang kita rancang dulu.. bukankah kita pernah berjanji akan menghadapi saat suka dan duka bersama.. walau apa terjadi.. U jump! I jump! Lupakah?


Bukan salahmu sebenarnya, teman.. aku yang selalu mengguris perasaanmu.. lupa mengucapkan terima kasih atas setiap kebahagiaan yg kau hidangkan.. yg kau hulurkan.. yg kau tawarkan.. bukan tidak mahu, tetapi kehidupanku di sini.. aku akui, aku alpa dengan kebahagiaan diri sampai terlupa menjengah kehidupanmu disana..berjauh hatikah dikau? Maafkanku teman..andai senyumanku kini tidak memuaskanmu.. gelakku kini tidak lagi menceriakanmu malah usikanku bukan lagi yg kau rindukan.. tapi,aku masih setia di sini menanti senyumanmu.. gelak dan usikanmu seperti selalu..percayalah..aku masih yg dulu…masih dgn watak, karenah yg lama..

Tiada ulasan: