18 Julai 2009

Cinta teman, sahabat sekaligus saudara...

Menyayangi teman, sama sekali bukan berarti menafikan kecintaan kepada yang lain.Kecintaan kepada keluarga dan kepada diri sendiri. sebab tiap-tiap jendela cinta memiliki ruangan tersendiri di hati yang tidak akan mampu disamakan dengan cinta-cinta lain

Yang kesemuanya tidak saling berhimpit tidak pula bersinggungan. Namun tiap-tiap kecintaan mengisi bilik-bilik hati yang berbeda-beda. Kesemua cinta hendaknya merupakan suatu refleksi cinta kepada Allah SWT. Suatu pendaran keemasan dari keimanan, desiran sejuk angin kerinduan, dan deburan tegar ombak keistiqomahan.

Teman,
bagiku kata itu adalah ungkapan kerinduan dan sejuta harapan. Harapan untuk dapat saling menegur dan meneguhkan. Membuang jauh-jauh kata perbedaan dan mencuba untuk mengawali segalanya dari kesamaan. Pada kata itu kutemukan hakikat hidup dan kehidupan, kerana bersamanya aku menahan derita dan sengsara, gundah dan gulana, namun begitu manis terasa segala kerutan layar perjuangan karena Allah lah yang telah membuatnya.

Teman,
bertemankan jiwa-jiwa yang ber-izzah mulia dan ghairah menggelora, dengan sebentuk idea dan idealisme yang Robbani. Meniti jembatan yang sama, dengan tekad yang serupa dan seragam kebesaran jiwa. Bukan untuk sekadar menghabiskan sisa minuman kehidupan dunia, tapi hidup untuk sebuah cita yang takkan pernah kandas sia-sia. Pantas saja jika Rasulullah mewasiatkan agar kita menjadikan mereka yang soleh sebagai teman kepercayaan.

Ah teman, harus kita terima bahwa berteman bukan berarti untuk selalu bersama secara harfiah...

Suatu saat pasti kita akan terpisah pula. Menempati liku-liku yang berbeza di setiap sudut kehidupan, agar setiap insan dapat tersentuh cahayaNya...

betapa senangnya aku menjadi teman sekaligus saudara kalian. selalu ku renungi, betapa indahnya senario yg telah Allah ciptakan untukku, termasuk mempertemukan ku dengan saudara seperti kalian...sungguh begitu sempurna.



aku berharap kalian tidak salah paham atas sikapku akhir akhir ini. aku lakukan, karena semata mata atas rasa cinta dan sayangku pada kalian. kalian adalah harta bagiku, aku tak ingin menyakiti siapapun.

tidak seharusnya ini terjadi dalam diriku. ya...tak seharusnya...

You are The Best that i ever had

maaf, bila ada yg merasa kurang berkenan selama ini. dan kalian tidak perlu untuk meminta maaf, karena kalian begitu baik padaku, tak ada cacat sedikitpun....

jangan hiraukan aku...masih banyakteman, sahabat dan saudara kalian yang mencintai dengan tulus dan tanpa syarat apapun.... apa adanya...

Teringat serangkaian syair milik Munsyid Saujana ini kusuntingkan untukmu

Sedingin embunan dedaun kehijauan,
sesegar ingatan kenangan kisah silam Kita
seiring bersatu dan berjuang,
meniti titian persahabatan
Kau hadir membawa cahaya,
terangi hatiku teman
Saling memerlukan dan mengharapkan
Tangis gembira saat bahagia,
moga kan kekal menuju ke Syurga
Kerana Tuhan kita ditemukan,
andai terpisah,
itu ketentuan
Sengketa dan kesilapan itulah fitrahnya insan
Kata dan teguran itulah pedoman...
SALAM UKHWAHFILLAH...FI MARDOTILLAH...WA SIRUU ALA BARAKATILLAH...

Tiada ulasan: